Melupakan PHK, membekali hidup masa depan dengan training pertanian organik terpadu. Itulah yang telah dilakukan oleh saudara-saudara untuk masa depan yang lebih cerah. Sejumlah 14 orang (2 dari Kerawang, 2 dari Wonosobo, 1 dari Solo, 2 dari Salatiga, 4 dari Purwakerta, dan 3 dari Sulawesi) mengikuti training pertanian organik terpadu 13-19 Desember 2009. Tujuh peserta training ini  adalah para saudara yang telah mengalami PHK. Mereka mengikuti training ini dengan biaya gratis. Hasilnya bagus. Berikut kesan dan pesan mereka. 

Perubahan-perubahan yang dialami: Melupakan PHK; Bisa merubah pola hidup dari ketergantungan menjadi hidup yang mandiri; timbulnya kesadaran akan pentingnya kelestarian alam dengan mengembangkan budidaya pertanian organik; termotivasi untuk berusaha lebih intensive; bisa membuka mata dan wawasan bahwa sesungguhnya SDA yang ada di sekeliling kita bisa bermanfaat; menumbuhkan semangat dan gairah untuk lebih maju dengan berpedoman pada 9 prinsip untuk maju; semakin memahami tentang pentingnya pertanian yang ramah lingkungan; semakin sadar bahwa potensi di sekitar kita bila dimanfaatkan secara benar dan optimal bisa menunjang usaha pertanian yang mandiri; perubahan cara hidup disiplin belajar, waktu, makan dan istirahat; menjadi lebih paham terhadap pertanian organik dan pestisida organik serta pengolahan lahan dan tanaman; lebih paham terhadap budidaya jamur tiram, jamur kuping, budidaya lele, pembuatan biogas murah; Paham terhadap perputaran usaha yang bisa dimanfaatkan semua sepeti beternak sapi perah dan pakan murah sapi potong; Paham terhadap pengolahan hasil panen; Paham terhadap manajemen pengolahan tanah untuk tanaman; Sadar bahwa untuk melangkah menuju pertanian organik kita bisa memulai dari pemanfaatan bahan yang ada di sekitar kita yang sederhana tanpa kita sadari sangat berguna, misal: limbah kotoran dan daun-daun yang sudah lapuk; Ada semangat berusaha; Badan tambah sehat; Menghargai waktu, disiplin diri; Bertambah teman dan ilmu juga peluang untuk melakukan usaha di bidang pertanian organik. 

Manfaat-manfaat yang dirasakan adalah bisa mensinergikan rantai kehidupan yang seimbang; Tambah pengetahuan, khususnya tentang pertanian organik; Tambah teman dan relasi usaha ke depan; Bisa lebih membangun jaringan dengan teman dari luar daerah; Menambah ilmu dan inovasi baru yang dapat menunjang kemajuan usaha; Merubah pola pikir dan untuk menerapkan inovasi baru yang telah didapatkan; Menjadi modal besar untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan melalui usaha tani; Tambah pengetahuan bahwa pertanian organik selain biaya murah, mudah dan tidak ada ketergantungan kepada pengusaha pupuk kimia; Tahu cara-cara pengolahan hasil panen, dan limbah ternak; Bisa lebih mencintai alam; Melalui ilmu yang saya dapat bisa memberi gambaran bagaimana pertanian bisa memberi penghasilan keluarga, baik penhasilan harian, mingguan maupun bulanan.; Tahu usaha pertanian organik dan usaha lain untuk mensejahterakan keluarga; Tahu bagaimana cara yang baik untuk budidaya lele. 

Rencana tindak lanjut kelompok ”st 15 lestari alam” adalah ada jalur koordinasi dan berbagi informasi; ada rekapitulasi kegiatan di masing-masing daerah asal; Pertukaran informasi keunggulan produk; Ada muatan keberhasilan; Buat  saluran informasi bail lewat e-mail , surat, ataupun buletin dan majalah. 

Menemani dan mendampingi para saudara yang telah mengalami PHK memerlukan tindakan yang konkret. Semoga semakin banyak orang yang tergugah untuk tindakan-tindakan yang nyata. 

Salam,war

foto bersama

belajar bersama

 
Kembali ke atas