TEMU JARINGAN BURUH DAN TANI
 

Sebanyak 45 orang mengikuti temu jaringan buruh dan tani di KPTT Salatiga 14-15 November 2009. Mereka berasal dari Jawa Tengah, Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. Tujuan temu jaringan buruh tani ini adalah menyinergikan gerakan tani dan gerakan buruh, mengevaluasi gerakan, memaksimalkan potensi masing-masing gerakan, menumbuhkan  rasa solidaritas yang makin menguat dan memperhebat semangat juang untuk untuk mengangkat kembali harkat dan martabat tani – buruh.

Temu jaringan ini berlangsung dengan penuh dinamika dan muncul ide-ide cemerlang untuk semakin menyinergikan gerakan-gerakan untuk kemandirian buruh dan tani. Berikut perubahan-perubahan yang mereka alami: Kita jadi punya pengetahuan tentang pertanian, jadi lebih memahami petani, adanya kesadaran yang terbentuk; saling kerjasama; demokratisasi terbuka; adanya semangat baru untuk lebih meningkatkan  perspektif pertanian dalam kerja gerakan; bertambahnya wawasan pertanian, buruh, advokasi; terbuka lebih lebar jaringan/pertemanan sehingga lebih mantap dalam menjalankan visi; menambah wawasan tani; memajukan buruh dan petani; menyatukan buruh dan tani; sangat sensasional karena dengan pertemuan ini buruh dan petani dapat menemukan satu kesatuan untuk mensejahterakan rakyat; mampu membedakan beberapa permasalahan yang terjadi di buruh-tani; mampu melakukan strategi pengorganisiran sesuai dengan kepentingan buruh –tani; terbukanya pemikiran bahwa petani dan buruh adalah sama-sama kaum yang selalu menjadi objek da dipinggirkan; perlunya organisasi serikat buruh dan tani; sebelum pertemuan ini, ada jarak antara tani dan buruh, tapi setelah pertemuan antara buruh dan tani ternyata saling membutuhkan; menambah pengalaman dan wawasan saya yang sebelumnya tidak tahu apa-apa dan makin berkembangnya jaringan baru.

Manfaat-manfaat yang mereka dapatkan bisa disebut: buruh dan tani bisa saling beri pengalaman; dapat jaringan; penguatan jaringan; pengembangan ilmu; bisa menghasilkan rekomendasi atas resolusi terkait pembongkaran akar permasalahan yang dihadapi buruh dan tani; dapat menumbuhkan kekuatan; ,mencerdaskan petani; mengenalkan petani ke pupuk organik yang benar; mendapatkan berbagai macam masukan dari masing-masing perwakilan jaringan buruh maupun tani; petani lebih meningkatkan kemandirian dari semua sumber daya yang dimiliki; buruh selalu membutuhkan petani terutama kebutuhan akan makan; petani akan mendapatkan pasar yang lebih jelas; kerjasama saling menguatkan antara buruh dan tani untuk mencapai kesejahteraan dan keadilan; dari buruh kita jadi petani tapi bukan petani biasa melainkan petani pengusaha; jaringan bertambah luas; komunikasi semakin meningkat.

Ada juga rencana tindak lanjut yang akan ditindaklanjuti tim kecil, antara lain:   Membangun jaringan tingkat kota/ kab., seluruh wilayah, membangun jaringan instruksi; membangun organisasi kolektif: tingkat kota/ kab dan seluruh wilayah; membangun usaha kolektif; pendidikan dalam membentuk usaha kolektif (koperasi); pertemuan (workshop buruh tani); pendidikan pendamping; menghasilkan pendamping; pelatihan paradigmatik dan managemen  dan membentuk pasar.

Diharapkan tahun depan ada temu jaringan buruh dan tani lagi untuk mengembangkan terus menerus. Tani dan buruh bersatu, kekuatan luar biasa. Desa dan kota bersatu. Itulah kesadaran yang telah bangkit. Temu jaringan ini sekaligus menjadi ajang informasi dan komunikasi bagi KPTT, karena banyak juga yang belum mendapatkan informasi mengenai KPTT. (war).

 

temu diskusi

temu diskusi 2

 
Kembali ke atas