Lima belas orang mengikut training pertanian organik terpadu di Wisma Wates KPTT 14-20 Februari 2010 yang lalu. Sepuluh orang di antara peserta adalah korban PHK yang berasal dari Jepara (2), Kediri (4), Garut (1), sekitar Salatiga (3). Sedang lima orang lainnya terdiri dari satu suster, satu bruder, 2 orang dari Purwakerto, dan satu dari KPTT. Program training ini merupakan salah kegiatan yang dirancang    untuk menemani dan mendampingi para korban PHK. Sepuluh saudara ini mengikuti training dengan biaya gratis. Setelah mengikuti training ini, mereka lebih termotivasi untuk berwirausaha mandiri. PHK bukanlah akhir dari hiudp mereka.

Berikut perubahan-perubahan yang dialami setelah mengikuti training. Lebih termotivasi untuk berwirausaha mandiri; Rasa kebersamaan; Rasa senang selama belajar di KPTT; Pengetahuan tentang pembuatan pupuk organik semakin bertambah, juga banyak hal lain: budidaya jamur, tanam padi metodi SRI, dll; Mengetahui tentang pertanian organik, struktur tanah, peternakan.

Termotivasi untuk menjadi pengusaha; Lebih semangat untuk mengembangkan pertanian; Lebih tahu banyak hal tentang dampak dan perubahan pertanian bagi alam dan lingkungan; Perubahan sikap mental; Mantapnya mulai dari pengelolaan organik; Perubahan pola pikir; Makna diri; Bertambah motivasi untuk menekuni usaha pertanian; Merasa lebih yakin dalam melangkah; Dapat berlatih sikap mandiri; Perubahan cara pandang terhadap lingkungan sekitar; Berusaha menanam dan memupuk tanaman secara organik; Wacana (pengenalan masalah); Pemanfaatan sampah; Lebih mencintai dunia pertanian; Menghargai perjuangan petani. 

Terdapat manfaat yang diperoleh: Bermanfaat menambah pengetahuan dan langsung praktek hingga pemahaman terhadap bidang pertanian lebih sempurna; Bisa mengembangkan pertanian padi SRI, beternak lele, menanam sayuran, jahe wangi, jamur.Teori dan praktek yang doperoleh/ dialami di sini bisa memudahkan langkah untuk bisa memulai sesuatu didaerah masing-masing. Bisa merubah pola pikir dari yang dulu bersikap konsumtif menjadi produktif. Menumbuhkan sikap mental terutama tentang kewirausahaan. Bisa menambah pengetahuan sekaligus penghasilan. Bisa menularkan ilmu yang didapat dari training ini ke orang lain. Dengan mendaur ulang/ mengolah bahan-bahan organik yang ada di sekitar menjadi bahan makanan atau hara bagi tanaman, serta komunitas lingkungan sehingga mempunyai tujuan lebih meningkat dan maju yang berguna bagi kesejahteraan masyarakat, bangsa dan negara. Bisa berbagi pengalaman dan pengetahuan yang saya dapat di KPTT untuk kelompok tani saya dan sekitarnya. Mengembangkan dan memotivasi saya untuk menjadi pengusaha.

Pengolahan pasca panen. Menambah rasa kekeluargaan. Apapun yang kita peroleh, praktekkan di rumah walaupun itu hal yang kecil. Tidak terpaku dengan materi ini saja, tetapi kita bisa menciptakan yang lain untuk kemajuan KPTT. Menambah wawasan tentang kewirausahaan, khususnya tentang agribisnis. Memproduksi jahe instant dan sirup jahe. Menanam sayuran. Menanam palawija dan padi metode SRI. Pengembangan energi alternatif biogas. Budidaya jamur kuping dan tiram. Pengembangan pengolahan sampah. 

Kesan dan pesan bisa dilihat juga: Lebih mengena sehingga pemahaman teori dan praktek semakin dalam; Lebih bersyukur ternyata pertanian organik menyenangkan dan berkelanjutan untuk kelestarian alam; Termotivasi dengan pengetahuan dan praktek yang disampaikan secara pas; Semoga KPTT lebih menambah materi dan mengambangkan bidang yang ada; Tutornya baik-baik; Bisa merasakan seolah-olah kita ke alam tani yang sesungguhnya; Berharap agar dikembangkan terus untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia menjadi cermat, cerdas, dan terampil sehingga dapat membudidayakan sisteem pertanian organik ini menjadi sarana ke depan untuk meningkatkan pangan sesuai dengan prasarana yang ada di sekitar; Bisa mengenal berbagai daerah dan saling mengenal satu sama lain

Sistem pendidikan yang diterapkan di KPTT bisa menjalin kehangatan, keakraban, dan juga persaudaraan yang kuat satu dengan yag lain, termasuk pengajar, peserta, lingkungan dengan metode belajar menyenangkan. 

Pada akhir training diadakan pembicaraan mengenai rencana tindak lanjut baik secara perseorangan maupun bersama dalam kelompok angkatan ini. Secara kelompok angkatan telah terpilih satu orang untuk menjadi koordinatornya. 

Training pertanian organik terpadu ini telah ikut memberikan sumbangan untuk menemani dan mendampingi korban PHK. Para peserta lebih termotivasi untuk berwirausaha mandiri. Jadilah petani organik pengusaha yang mandiri. (war).

 

diskusi kelompok

belajar bersama

membuat jahe instant & sirup

praktek pembibitan

pemijahan lele

Kembali ke atas