Untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Paroki Tentena, Poso, Sulawesi Tengah, Rm. Rico, Pr, pastor paroki Tentena mengundang Tim KPTT (Rm. Wartaya, SJ dan Bp. Lasno Wibowo) untuk memberikan pelatihan di tempat (in house training) pertanian organik di dua tempat yaitu di Kuku dan Panjo. Masing-masing berlangsung tiga hari. Latar belakangnya, perlunya pemberdayaan umat setelah konflik poso pada tahun-tahun yang lalu. Saat ini belum punya pastoran. Gereja, pastoran dan sekolah Ursulin di kota Poso sudah dibakar pada konflik Poso yang lalu.

Pelatihan di tempat terlaksana pada tanggal 5 – 7 Oktober 2010 di stasi Kuku yang diikuti oleh 19 peserta dan pada tanggal 8-10 Oktober 2010 di Panjo yang diikuti oleh 25 peserta. Pelatihan dimulai dengan pembahasan mengenai “Mengapa kita miskin”. Sebabnya bukan dari sumber daya alam, bukan dari bidang intelektual, bukan ras dan warna kulit. Sebabnya adalah sikap masyarakat yang telah dibingkai oleh budaya dan pendidikan. Mulai terjadi perubahan sikap dan mentalitas.  Lalu mengenal segala makhluk hidup yang ada di sekitar, mengapa mereka hidup dan bagaimana mereka hidup. Praktek mengenal kesuburan tanah dan tanaman. Juga praktek membuat pupuk dan pestisida organik dari bahan-bahan sekitar yang ada. Mulai dari yang ada, bukan dari yang tidak ada. Pada hari terakhir peserta diajak untuk membuat rencana usaha di bidang pertanian secara individual dan kelompok.

Berikut rencana kelompok yang mau dijalankan sebagai tindak lanjut.

 
Rencana tindak lanjut kelompok Kuku:
 
1.
Nama kelompok tani mandiri lestari “SUKA MAJU KUKU”
2.
Pengurus:
 
Moderator
:
Pastor Paroki
 
Moderator
:
Laurens Laot
 
Sekretaris
:
Esrawati Pakuli
 
Bendahara 1
:
Obet D
 
Bendahara 2
:
Risna Tadiulu
 
Anggota
:
13 orang
3.
 
Pertemuan rutin  : Setiap1 bulan sekali,  Minggu Ke-1, Hari Sabtu,  Jam 18.00 WITA
4.
 
Pengembangan ke kelompok lain : Setelah 2-3 bulan kemudian
5.
 
Pembicaraan lebih lanjut : Keuangan, dari anggota, oleh anggota, untuk anggota.
6.
 
Mulai dari Pasar: kios jual beli produk pertanian
7.
 
Koperasi Serba Usaha (simpan pinjam)
8.
 
Produk Pertanian Unggulan Kuku : Coklat, Sayur Organik (Lombok/Rica)
9.
 
Tim pengembangan training pertanian organik (Yoram Ngkeo, Ruslin Pakuli, Suryawan Babu)
10.
 
Strategi: 
 
a. Memproduksi berdasar permintaan pasar
   
b. Menjaga kualitas dan sesuai dengan persepsi pasar
     
c. Memproduksi dalam skala besar melalui kebersamaan dalam perencanaan produksi.
     
d. Memperbanyak penggunaan input lokal
     
e. Meningkatkan kecerdasan keuangan/ finansial
     
f. Menjual dan membeli secara bersama (Collective marketing)
     
g. Memproduksi dalam skala besar melalui kebersamaan dalam perencanaan produksi.
11.
 
Visi Kelompok : Terwujudnya Petani Coklat & Rica Organik, Yang Mandiri & Sukses
12.
 
Misi kelompok:
     
1. Meningkatkan hasil produksi coklat & rica organik yang TERBAIK di Pos
     
2. Mengembangkan prinsip organik ke orang lain
13.
 
Sasaran/target:
   
* Tahun 2010. Mempunyai anggota sebanyak 30 orang
     
* Tahun 2011. Menghasilkan produksi coklat organik dan rica organik 1 ton/tahun
     
* Tahun 2012. Mempunyai armada transportasi 1 unit
     
* Tahun 2013. Mempunyai kios sentra penjualan di Kuku
 
RENCANA TINDAK LANJUT KELOMPOK PANJO:
 
1.
Nama kelompok tani mandiri lestari “HARAPAN MAJU”
2.
Pengurus:
 
Moderator
:
Pastor Paroki
 
Ketua
:
Benidiktus Rombe
 
Sekretaris
:
Anastasia
 
Bendahara 1
:
Gusnody Alla
 
Bendahara 2
:
Yulius
 
Anggota
:
14 orang
3.
 
Pertemuan rutin  : Minggu I, Jam 15.00  WITA, 2 bulan sekali
4.
 
Kerja kelompok: Upah dimasukkan ke kas kelompok
5.
 
Pengembangan ke kelompok lain
6.
 
Pembicaraan lebih lanjut :  setelah ada pertemuan I, tgl. 7 Nov’2010
7.
 
Mulai dari Pasar
8.
 
Koperasi Serba Usaha
9.
 
Produk Pertanian Unggulan : Padi Organik.
10.
 
Tim pengembangan training pertanian organik : (Maria Amping, Thomas Manna, Nikolaus Mangande, Nataniel)   
11.
 
Strategi: 
 
a. Memproduksi berdasar permintaan pasar
   
b. Menjaga kualitas dan sesuai dengan persepsi pasar
     
c. Memproduksi dalam skala besar melalui kebersamaan dalam perencanaan produksi.
     
d. Memperbanyak penggunaan input lokal
     
e. Meningkatkan kecerdasan keuangan/ finansial
     
f. Menjual dan membeli secara bersama (Collective marketing)
     
g. Memproduksi dalam skala besar melalui kebersamaan dalam perencanaan produksi.
12.
 
Visi Kelompok :  Menjadi Penghasil Beras Organik Terbaik di Sulawesi
 
RENCANA TINDAK LANJUT KELOMPOK SALUKAIA:
 
1.
Nama kelompok tani mandiri lestari “TRI MEGA SARI ”
2.
Pengurus:
 
Moderator
:
Pastor Paroki
 
Ketua
:
Petrus Tandi
 
Sekretaris
:
Paskalis Alex Patarru
 
Bendahara 1
:
Made Sudibyo
 
Bendahara 2
:
Donatus Duma
 
Anggota
:
Daniel P.
3.
 
Pertemuan rutin  :  Minggu IV Setiap Bulan Jam 14.00 WITA
4.
 
Kerja kelompok: Upah dimasukkan ke kas kelompok
5.
 
Mulai dari Pasar
6.
 
Koperasi Serba Usaha
7.
 
Produk Pertanian Unggulan : Coklat Organik.
8.
 
Tim pengembangan training pertanian organik
9.
 
Strategi: 
 
a. Memproduksi berdasar permintaan pasar
   
b. Menjaga kualitas dan sesuai dengan persepsi pasar
     
c. Memproduksi dalam skala besar melalui kebersamaan dalam perencanaan produksi.
     
d. Memperbanyak penggunaan input lokal
     
e. Meningkatkan kecerdasan keuangan/ finansial
     
f. Menjual dan membeli secara bersama (Collective marketing)
     
g. Memproduksi dalam skala besar melalui kebersamaan dalam perencanaan produksi.
10.
 
Visi Kelompok :  Menjadi Penghasil Coklat Organik Terbaik di Sulawesi
 

Pelatihan berjalan bagus dan sangat bermanfaat bagi para peserta. Buah-buah perubahan dialami oleh para peserta. Misalnya, disadari oleh peserta bahwa di alam sekitar ternyata banyak bahan pupuk dan pestisida organik yang bisa digunakan. Tidak ada yang terbuang. Semuanya berguna. Mereka sangat senang telah mendapatkan pelatihan yang banyak prakteknya. Iklim yang diciptakan: menyenangkan, berterima kasih dan mau belajar dirasakan.

Masuk ke kantong-kantong warga masyarakat yang membutuhkan dengan pelatihan pertanian organik di tempat menjadi salah satu pelayanan KPTT juga. Semakin mereka  didampingi dan diberdayakan, semakin mandiri dan sejahtera mereka.Yang paling penting adalah ada tindak lanjutnya dan dikontrol lewat pertemuan rutin kelompok.  (war)

buat pupuk organik di Panjo

cari bahan pupuk organik

foto bersama kel. kuku

praktek buat pestisida

salah satu rumah panggung

tempat training di gereja

 
Kembali ke atas